http://buka-rahasia.blogspot.com/

Tuesday, November 13, 2012

Eksekutif Muda




Kita seringkali mendengar kata eksekutif, apalagi eksekutif muda. Profesi ini tentu menjadi impian banyak orang dan ternyata semua orang bisa menjadi eksekutif sukses di bidangnya. Lalu bagaimana caranya agar bisa menjadi eksekutif muda yang sukses? Menjadi eksekutif muda yang sukses itu hal yang mudah, asalkan Anda sudah mengetahui kuncinya. Ada lima kunci umum yang bisa membuat Anda menjadi eksekutif muda yang handal dan sukses. Apa saja itu? Simak baik-baik penjelasan berikut ini:
1.      Target Karier Pertama-tama, untuk menjadi eksekutif handal, kita harus membuat target karier yang ditulis dengan memetakan imajinasi atau lebih dikenal dengan mind mapping. Satu jalur untuk setiap target. Ini akan memudahkan kita dalam mencari pekerjaan seperti apa yang diinginkan.
2.      Kompetensi Setelah memetakan target, Anda perlu meningkatkan kompetensi yang Anda miliki dalam bidang tersebut. Kembangkan kemampuan Anda dalam bekerja agar bisa bersaing dengan eksekutif-eksekutif lainnya. Dengan begitu kita akan menjadi pekerja yang baik yang dapat diandalkan.
3.      Konsistensi Setelah berhasil meningkatkan kompetensi, Anda harus bisa konsisten dengan kinerja Anda. Jangan sekali-kali malas, sungkan dan ngeluh dalam bekerja. Konsistenlah dengan pekerjaan Anda sejak awal jangan pernah menurunkan semangat bila perlu terus tingkatkan semangat itu baru konsisten.
4.      Koneksi Untuk menjadi eksekutif muda yang handal Anda harus mempunyai koneksi yang luas. Kita harus mencari koneksi tempat bekerja yang cocok dengan kompetensi yang dimiliki. Agar nantinya kompetensi yang kita miliki bisa dimanfaatkan dengan semestinya.
5.      Komitmen Komitmen untuk menjalankan pekerjaan dengan baik sangatlah penting jika ingin menjadi eksekutif muda. Karena dengan komitmen kita akan menjadi semangat, pantang menyerah dan senang dengan pekerjaan yang kita miliki sekarang. Selain lima hal itu, untuk bisa bertahan di tempat kerja yang baru diperlukan dua tips dan trik lain.
Pertama, kenali tempat Anda melamar kerja kemudian ubah diri Anda dan sesuaikan dengan budaya tempat Anda bekerja. Itulah kunci menjadi eksekutif muda yang sukses dan handal dalam bekerja. Berusahalah menjadi yang terbaik dan bekerja dengan senang hati itu akan membantu Anda dalam mencapai impian Anda. Semoga bermanfaat. icon smile CiriCara: Cara Jadi Eksekutif Muda

http://ciricara.com/2012/01/09/ciricara-cara-jadi-eksekutif-muda/ 

 

Sunday, November 11, 2012

Window shopping dan Pasar Ceruk / Niche Market



Window Shopping

Belanja adalah kegiatan di mana pelanggan menelusuri barang tersedia atau layanan yang disajikan oleh satu atau lebih pengecer dengan niat untuk membeli pilihan yang sesuai dari mereka. Dalam beberapa konteks itu dapat dianggap sebagai rekreasi aktivitas serta ekonomi satu.

"Belanja Jendela" adalah browsing tanpa niat untuk membeli, baik sebagai kegiatan rekreasi atau untuk merencanakan pembelian kemudian.

Pasar Ceruk / Niche Market


Salah satu poin penting yang perlu dilakukan para pemula sebelum menekuni peluang bisnis di internet yaitu memilih niche market yang cukup potensial bagi bisnis mereka. Ramainya persaingan pasar di bisnis online saat ini, secara tidak langsung memaksa sebagian besar pemula untuk saling berebut pasar dengan pelaku bisnis online lainnya. Sehingga memilih fokus di salah satu niche market menjadi salah satu strategi bisnis untuk menghadapi persaingan pasar yang semakin hari semakin padat.

Apa itu niche market?

Niche market (ceruk pasar) sering diartikan sebagai kelompok konsumen atau target pasar yang memiliki ketertarikan pada sebuah bidang yang sama. Dengan menentukan niche market tertentu maka Anda dapat mulai fokus menjalankan bisnis online secara optimal, karena Anda hanya menangani satu bidang tertentu yang banyak diminta konsumen Anda. Misalnya saja seperti bisnisukm.com yang sengaja memilih niche bisnis untuk lebih fokus memberikan total solusi kapada para pengunjung yang membutuhkan segala informasi tentang usaha.
Meskipun pemilihan niche market sangatlah penting dalam memulai bisnis online, namun pada kenyatannya banyak para pemula yang masih bingung untuk mencari pasar yang paling tepat bagi bisnis onlinenya. Melihat kenyataan tersebut, pada kesempatan kali ini kami mencoba berbagi informasi kepada para pembaca tentang beberapa tips memilih niche market dalam berbisnis online.


1. Lakukan riset pasar
Sebelum memilih niche market yang paling tepat dengan bisnis Anda, sebaiknya lakukan riset pasar untuk memilih bidang apa yang saat ini diminati para pengguna internet. Anda bisa menggunakan mesin pencarian seperti google untuk mengetahui keyword (kata kunci) yang banyak dicari pasar. Sehingga peluang Anda untuk mendapatkan untung besar dari bisnis di internet, semakin terbuka lebar.
2. Pilih niche market yang tidak terlalu luas
Pilihlah ceruk pasar yang lebih spesifik (khusus), agar Anda dapat fokus di bidang tersebut dan memberikan solusi kepada konsumen Anda dengan lebih optimal. Saat ini para pengunjung cenderung lebih pintar dalam memilih produk atau jasa yang ditawarkan pelaku bisnis online, karena itu fokuslah pada bisnis yang Anda jalankan dan berikan produk yang berkualitas serta tawarkan solusi tuntas untuk membantu permasalahan yang mereka hadapi.
3. Memilih pasar yang sesuai dengan minat dan bakat Anda
Minat dan bakat menjadi bagian dari modal usaha yang akan Anda butuhkan ketika menjalankan bisnis online. Karena itu pilihlah ceruk pasar yang sekiranya Anda minati, atau sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki. Dengan begitu Anda tidak akan mengalami kesulitan ketika membuat konten, mengingat keberadaan konten menjadi kunci utama kesuksesan sebuah bisnis online.
Setelah membahas bersama-sama apa itu niche market dan bagaimana tips memilih niche market yang tepat, semoga para pembaca dapat memperoleh manfaat dari informasi yang kami sampaikan. Dan menjadi tambahan informasi bagi para pemula yang mencoba terjun di bisnis online. Selamat berkarya dan salam sukses!!!


Impulse Buying



Impulse buying adalah perilaku konsumen yang melakukan pembelian secara spontan, tanpa perncanaan terlebih dahulu.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang membeli sesuatu diluar rencana, yaitu :
1. Hasrat untuk mencoba barang atau merk baru.
2. Pengaruh dari iklan yang ditonton sebelumnya.
3. Display dan kemasan produk yang menarik.
4. Bujukan Salesman atau Sales Promotion Girl.

Dalam hubungannya dengan perilaku konsumen, produk dapat dibagi menjadi dua kategori :

1. Produk dengan kategori high involvement : produk yang membutuhkan pertimbangan dan perhatian khusus sebelum membeli, misalnya : mobil, rumah, laptop, handphone, sepeda motor, dll. Dalam membeli produk jenis high involvement ini, biasanya konsumen telah merencanakan dan mempertimbangkannya terlebih dahulu, misalnya : merencanakan budgetnya, memperhatikan spesifikasi produknya, kalau membeli rumah, harus pertimbangkan lokasinya, dll.Kesalahan dalam membeli produk ini, akan beresiko cukup besar, baik resiko keuangan maupun non keuangan.

2. Produk dengan kategori low involvement : produk yang tidak membutuhkan perhatian khusus sebelum membeli, misalnya : permen, coklat, dll. Pada saat konsumen membeli produk kategori low involvement ini, biasanya mereka tidak merencanakannya dan mempertimbangkannya secara khusus, misalnya : nabung dulu beberapa waktu sebelum membeli permen, atau memeriksa kandungan bahan di dalam permen, dsb.Dan, berbeda dengan pembelian produk high involvement, pembelian produk jenis low involvement ini tidak memiliki resiko sama sekali.

Produk low involvement diataslah yang mendorong orang melakukan impulse buying.
Strategi produsen dalam menjaring impulse buying diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi atau promosi harus mind catching, misalnya : menggunakan publik figur sebagai bintang iklan.
2. Distribusi : produk harus semudah mungkin diakses oleh konsumen, misalnya : meletakkan produk (permen,coklat,batu battery, dan produk low involvement lainnya) di kasir swalayan atau toko.
3. Display produk yang menarik. Sebagian besar konsumen yangmelakukan impulse buying adalah wanita dan anak-anak. Dan mereka biasanya tertarik dengan kemasan produk yang menarik. Mengapa fokus pada anak anak ? Walaupun mereka bukan yang pegang uang, dan tidak memiliki purchasing power yang independen, namun anaka-anak merupakan influencer yang tinggi dalam memilih barang. Bayangkan bila si kecil tiba-tiba mogok didepan barang yang diinginkannya, tentu orang tua tidak punya pilihan lain selain mengabulkan permintaannya.
4. Produk yang inovatif : konsumen cenderung mencoba produk produk baru. Dan, bisanya produk yang hanya rata rata, memiliki potensi yang rendah dalam menarik impulse buying. Usahakan produk Anda seinovatif mungkin, baik dari kualitas maupun kemasannya.

Perilaku Konsumen



Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. 
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
  1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
  3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
  4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
 
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen